Kung dan yi menjadi inspirasi bagi kami, mereka adalah kakek, nenek, buyut, bapak, ibu, sekaligus guru kehidupan kami. Nasehat-nasehatnya selalu saja up date untuk zaman kami .. yang meski kata orang beda kami bagaikan masa sejarah dengan masa milenium. Mereka tak mengenal komputer, sedang kami adalah generasi Microsoft. Mereka takĀ hobi belanja di hipermarket, sedangkan kami sedikit-sedikit ke carefour atau minimarket untuk sekadar belanja odol. Tapi bahasa cintanya sungguh kami mengerti sebagai bahasa universal.
Perhatiannya, doa-doanya yang tulus, air mata, serta senyuman optimis mereka benar-benar efektif mengantar kami beranjak dewasa, beranjak matang dan siap mengarungi naik turunnya gelombang kehidupan. Kadang kami tak ingin (meskipun sekadar membayangkan) untuk berpisah dengan mereka satu saat nanti.
Sekarang kami, anak cucunya berpencar di bumi Allah yang berjauhan, tetapi seakan kung dan yi menjadi pusat grafitasi itu, yang selalu membuat kami kangen untuk pulang dan berkumpul, yang selalu membuat kami selalu kangen untuk membalas banyak sekali ketulusan mereka, yang selalu membuat kami merasa rugi kalau tidak hidup rukun dan saling menyayangi.
Kung, Yi, kami cinta kepada kalian. Semoga Allah memberikan sisa usia terbaik untuk kalian, khusnul qatimah ketika perjumpaan denganNya. Dan kami, tak akan melupakan apapun yang menjadi harapan dan cita-cita kalian untuk kami. Seperti doa kalian yang tak pernah putus untuk kami, doa kami pun akan selalu mengiringi cinta kalian .. tak pernah putus hingga kita semua berkumpul di syurgaNya.
Assalamu’alaikum wr wb
takkan kulupakan jasa my lovely kung dan yi yang telah mendidik dan membesarkan orang tua kami sebagaimana beliaupun mendidik kami sebagai anak dan cucu dari kung dan yi
Semoga Aku dan Seluruh keluargaku termasuk orang – orang yang patuh kepadamu YA ALLAH
Sesuai Al Qur’an dan Sunnak
R. Gesit Prasasti Alam
http://rgesit.blogsome.com
Wassalam …..
Oleh: rgesit on November 20, 2007
at 3:29 pm